PAM Tirta Karajae Umumkan Gangguan Layanan Air Akibat Kemarau, Ini Wilayah Terdampak di Parepare
PAREPARE -- PAM Tirta Karajae Kota Parepare menginformasikan adanya gangguan layanan distribusi air bersih di sejumlah wilayah pelayanan akibat berkurangnya debit air baku yang dipicu musim kemarau. (Kamis, 6 Agustus 2026)
Kondisi tersebut berdampak pada proses produksi air di Instalasi Pengolahan Air (IPA), khususnya IPA 1 dan IPA 3, sehingga distribusi air ke beberapa kawasan di Kota Parepare mengalami penurunan tekanan hingga tidak mengalir pada waktu-waktu tertentu.
Wilayah yang terdampak meliputi sejumlah kawasan pelayanan IPA 1, seperti Jalan Elle Kalukue, Jalan Bambu Runcing, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Patung Pemuda, Jalan P. Miding, BTN Beringin, Jalan Minrulangnge, Jalan Jati Putih, serta beberapa kawasan perumahan di sekitarnya.
Sementara itu, wilayah pelayanan IPA 3 yang terdampak antara lain Jalan Jenderal Sudirman (mulai pertigaan Jalan Syamsu Alam Bulu hingga pertigaan Jalan Padat Karya), Jalan Lintas Brimob, Jalan Syamsu Alam Bulu, Jalan A. Sapada, Jalan Chalik, Perumahan Sunrise City, BTN Caddika, dan Jalan Gelora beserta kawasan sekitarnya.
PAM Tirta Karajae mengimbau masyarakat untuk melakukan penampungan air saat distribusi sedang mengalir sebagai langkah antisipasi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi debit air belum kembali normal.
Bagi pelanggan yang mengalami gangguan layanan hingga lebih dari 24 jam, PAM Tirta Karajae juga menyiapkan bantuan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis. Pelanggan dapat menghubungi layanan pengaduan melalui WhatsApp di nomor 0813-2462-3861.
Direktur PAM Tirta Karajae, Abdul Azis, mengatakan bahwa penurunan debit air baku akibat musim kemarau menjadi tantangan yang memengaruhi kapasitas produksi air di sejumlah instalasi pengolahan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Saat ini seluruh tim terus melakukan pemantauan dan pengaturan distribusi agar pasokan air tetap dapat menjangkau sebanyak mungkin pelanggan. Kami juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak serta menampung air ketika aliran tersedia sebagai langkah antisipasi selama musim kemarau berlangsung," ujar Abdul Azis.
Ia menambahkan, PAM Tirta Karajae akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi sumber air dan sistem distribusi. Apabila pelanggan mengalami gangguan layanan lebih dari 24 jam, pihaknya siap menyalurkan bantuan air bersih melalui mobil tangki tanpa dipungut biaya.
"Semoga kondisi debit air segera membaik sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kerja sama seluruh pelanggan," tutup Abdul Azis.

Posting Komentar